Laman

Search This Blog

Memuat...

Rabu, 04 Desember 2013

Laporan Tingkat Kelembutan Es Krim

1.      Tujuan             : Mengetahui tingkat kelembutan yang dimiliki oleh es krim berbahan  Dasar susu sapi murni2.      Dasar Teori      :a.       Sistem KoloidAdalah campuran homogen dan campuran heterogen. Diameter partikel koloid lebih besar daripada partikel larutan sejati tetapi lebih kecil daripada partikel suspensi  kasar. Partikel koloid mempunyai diameter lebih besar daripada 10-7 cm dan lebih kecil 10-5 cm atau antara 1 – 100 nm (1 nm = 10-9 m = 10-7 cm). Partikel koloid dapat menembus pori – pori kertas saring tetapi tidak dapat menembus selaput semipermeabel.Ukuran partikel koloid dapat digambarkan pada bagan berikut :
Larutan Koloid
 

        Larutan Sejati                                                             Dispersi Kasar 
                                             10-7 cm                                    10-5 cm                         
Perbedaan larutan sejati, sistem koloid, dan suspensi :
No
Larutan Sejati
Sistem Koloid
Suspensi
1
Diameter < 10-7 cm
10-7 – 10-5 cm
>10-5 cm
2
Satu fase
Dua fase
Dua fase
3
Jernih
Agak Keruh
Keruh
4
Homogen
Antara Homogen dan Heterogen
Heterogen
5
Tidak dapat disaring
Tidak dapat disaring
Dapat disaring
6
Tidak mengendap
Sukar mengendap
Mudah mengendap
7
Stabil
Relatif stabil
Tidak stabil
8
Amikron
Submikron
Mikron


Macam – macam sistem koloid
Fase Terdispersi
Medium Pendispersi
Nama Koloid
Contoh
Gas
Gas
---
---
Gas
Cair
Busa , Buih
Krim, Busa Sabun
Gas
Padat
Busa padat
Batu Apung, Karet Busa
Cair
Gas
Aerosol cair
Kabut, Awan
Cair
Cair
Emulsi
Susu, Scot Emulsion
Cair
Padat
Emulsi Padat
Keju, Mentega
Padat
Gas
Aerosol Padat
Asap, Debu
Padat
Cair
Sol
Cat, Kanji, Tinta
Padat
Padat
Sol Padat
Intan, Kaca berwarna paduan logam (Alloy)

b.      Susu
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.
Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka. Sementara itu, untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos.Susu mengandung banyak vitamin dan protein. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik. Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga susu yang berbentuk fermentasi.
Susu merupakan bahan makanan yang dikenal dengan sebutan lima sempurna. Hal itu disebabkan susu mengandung hampir semua zat yang diperlukan oleh tubuh. Susu diekskresi oleh kelenjar mamae dan digunakan sebagai makanan dan minuman. Susu merupakan emulsi yang sebagian besar terdiri atas air , protein, lipida, karbohidrat, vitamin, enzim, asam – asam organik, dan sejumlah garam anorganik. Susunan susu tidak selalu tetap.
c.       Es Krim
Es krim tidak lain berupa busa (gas yang terdispersi dalam cairan) yang diawetkan dengan pendinginan. Walaupun es krim tampak sebagai wujud yang padu, bila dilihat dengan mikroskop akan tampak ada empat komponen penyusun, yaitu padatan globula lemak susu, udara (yang ukurannya tidak lebih besar dari 0,1 mm), kristal-kristal kecil es, dan air yang melarutkan gula, garam, dan protein susu.
 Komposisi es krim
Komposisi
Jumlah (%)
Lemak
10.0-12.0
Protein
3.8-4.5
Karbohidrat
20.0-21.0
Air
62.0-64.0
Total Padatan
36.0-38.0
     
Bahan penyusun es krim :
1.      Lemak
2.      Padatan susu bukan lemak
3.      Pemanis (sukrosa, dll)
4.      Stabilizer (Penstabil)
5.      Emulsifier (Pengemulsi)
6.      Pewarna dan perasa
Susunan gambar komposisi es krim :


3.      Rumusan Masalah :
1)      Bagaimana suatu zat dikatakan sebagai partikel koloid ?
2)      Apa syarat susu murni yang baik untuk membuat es krim yang lezat ?
3)      Mengapa tingkat kelembutan pada es krim tergantung pada bahan dasarnya, dalam hal ini susu sapi murni ?
4.      Alat dan Bahan     :
Alat     :
1)      Pemanas / Kompor      
2)      Kaleng bekas
                       
3)      Baskom / wadah
            Bahan :
1)                  Susu Murni ½  liter
2)                  Kuning Telur    
3)        Gula pasir secukupnya
4)        Garam secukupnya
5)        Tepung maizena
6)        Es Batu
5.      Prosedur Kerja :
Cara membuat es krim tersebut adalah :
1.1  Siapkanlah semua alat dan bahan.
1.2  Masukkan susu , kuning telur, tepung maizena, gula, garam kedalam kaleng atau wadah kemudian masak hingga mendidih.
1.3  Jangan lupa, ketika memasak, aduklah terus adonan campuran susu tersebut.
1.4  Sambil menunggu adonan , siapkan es batu yang sudah dicampur oleh garam sehingga dapat awet hingga beberapa menit.
1.5  Setelah mendidih, pindahkan ke dalam wadah yang tertutup.
1.6  Letakkan wadah yang tertutup pada baskom yang telah terisi oleh es batu.
1.7  Goncangkan wadah yang tertutup tadi sampai dirasa susu pada wadah tersebut menjadi keras .
1.8  Es krim siap dinikmati.
6.      Analisis kerja   :
Suatu zat dikatakan koloid apabila campuran dari dua zat yang terdiri dari fase terdispersi yang tersebar dalam fase pendispersi yang tidak terpisah. Didalam suatu campuran, jika kita mencampurkan gula dengan air sehingga semua gula yang masuk di dalam air tersebut larut, maka disebut dengan larutan. Jika kita mencampurkan serbuk susu dengan air , maka dapat kita lihat bahwasannya larutan tersebut menjadi keruh dan kita tidak akan dapat memisahkan antara serbuk susu dan air tersebut melalui metode penyaringan, maka kondisi seperti ini disebut koloid. Sedangkan, jika kita mencampurkan campuran tanah dan air , kita akan mendapatkan kondisi dimana tanah tersebut akan membentuk suatu endapan dan dapat dikatakan terpisah dari larutan air selama beberapa saat. Kondisi yang demikian ini dinamakan suspensi.
Syarat susu murni yang baik meliputi beberapa faktor , yaitu warna , rasa, bau, kekentalan (viskositas), tingkat beku , titik didih, dan tingkat keasamaan. Warna susu normal biasanya berkisar dari putih kebiruan hingga kuning keemasan. Warna putihnya merupakan hasil dispersi cahaya dari butiran-butiran lemak, protein, dan mineral yang ada di dalam susu. Lemak dan beta karoten yang larut menciptakan warna kuning. Susu terasa sedikit manis dan asin (gurih) yang disebabkan adanya kandungan gula laktosa dan garam mineral di dalam susu. Bau susunya biasanya sedap. Viskositas susu biasanya berkisar antara 1,5 sampai 2 cP, yang dipengaruhi oleh bahan padat susu, lemak, serta temperatur susu. Titik beku susu di Indonesia adalah -0,520 °C, sedangkan titik didihnya adalah 100,16 °C. Secara alami pH susu segar berkisar 6,5–6,7.
Tingkat kelembutan es krim yang dibuat tergantung dari jenis bahan dasar susu yang dipakai untuk membuat es krim. Es krim yang lembut dibuat dari susu murni. Karena di dalam susu murni terdapat kandungan lemak yang banyak sehingga menyebabkan es krim tersebut lembut dan enak untuk dimakan. Susu yang dijual di pasaran, seperti susu bubuk, dan susu kental manis kurang cocok untuk dijadikan bahan dasar pembuatan es krim. Karena tingkat kandungan lemak pada susu bubuk dan susu kental manis lebih rendah. Susu murni mengandung 3,25% dari lemak susu dan 8,25% padatan susu bukan lemak (protein, karbohidrat, vitamin larut air, dan mineral). Sedangkan susu yang di pasaran, karena didalam jenis susu tersebut telah di masukkan atau dicampurkan susu skim (kadar lemaknya dikurangi hingga hampir tidak ada sama sekali (0,1%)) maka dapat dipastikan kadar lemaknya menjadi berkurang dari susu murni hasil perahan. Maka dari itu, bila kandungan lemak susu terlalu rendah, akan membuat es lebih besar dan teksturnya lebih kasar serta terasa lebih dingin.
7.      Kesimpulan     :
Dapat disimpulkan dari kegiatan penelitian tingkat kelembutan es krim dan pembuatan es krim, yaitu :
1.      Susu termasuk koloid, dengan fase terdispersi dan medium pendispersi adalah zat cair , dengan nama koloid emulsi
2.      Cara memilih susu yang baik untuk es krim adalah susu murni segar perahan dari sapi.
3.      Tingkat kelembutan es krim dapat dilihat dari tingkat kandungan lemak pada susu yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan es krim.
4.      Semakin tinggi kandungan lemak pada susu, semakin lembut es krim yang dihasilkan.
5.      Semakin rendah kandungan lemak pada susu, semakin kasar es krim yang dihasilkan dan terasa lebih dingin.
8.      Daftar Pustaka                        :
1.      Mokoginta,Andre.(Online). http://fortuneicecream.blogspot.com/ , (diakses tanggal 18 Maret 2013)
2.      Fauziah,Nenden.2009.Kimia2  untuk SMA dan MA kelas XI IPA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
3.      ___.(online). http://h5hclimacus.blogspot.com/  , (diakses tanggal 18 Maret 2013).
4.      Permana,Irvan.2009.Memahami Kimia SMA/MA Kelas XI Semester I dan II,Program IPA.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
5.      Ratih,dkk.2007.Sains Kimia 2 SMA/MA.Jakarta: Penerbit Bumi Aksara


http://albertusekaputra.blogspot.com/2013/04/laporan-hasil-praktikum-tingkat.html

STRUKTUR PERTUMBUHAN BIBIT DAN UJI KEDALAMAN TANAM

STRUKTUR PERTUMBUHAN BIBIT DAN UJI KEDALAMAN TANAMBAB 1 PENDAHULUAN1.1  Latar BelakangIndonesia adalah negara agraris yang banyak penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Bertambahnya penduduk Indonesia setiap tahunnya membuat populasi manusia semakin meningkat dan jumlah kebutuhan pangan semakin meningkat. Untuk mengembangkan serta meningkatkan hasil produksi kebutuhan pangan maka berbagai metode dan perkembangan teknologi diciptakan demi tercapainya kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Tanaman adalah tumbuhan yang sengaja dikelola manusia yang bertujuan untuk mengambil hasilnya atau sering juga disebut budidaya pertanian.Untuk meningkatkan hasil pertanian maka salah satunya yaitu dengan memperbaiki tehnik atau tatacara penanganan benih dan persemaian, hal tersebut berkaitan erat dengan sistim biologi benih. Untuk dapat memahami sejauh mana pengaruh penanganan benih dan persemaian terhadap mutu benih, perlu diketahui dasar-dasar genetik dan biologi benih. Di dalam kegiatan-kegiatan penanganan benih dan persemaian, hasil terbaik dapat diperoleh apabila pengetahuan tentang dasar-dasar ini digunakan secara tepat.            Benih adalah salah satu bagian yang merupakan alat perkembangbiakan bagi tanaman. Benih merupakan bagian terpenting dari tanaman, jika tidak ada benih maka tumbuhan tidak dapat berkembangbiak. Benih merupakan bagian dari tanaman yang berasal dari peleburan inti sel gamet jantan dengan sel gamet betina. Jika benih tidak digunakan untuk perbanyakan tanaman maka disebut sebagai biji. Jadi secara fungsional, benih adalah bagian dari tanaman yang digunakan untuk perbanyakan, sedangkan secara struktural benih diartikan sebagai bagian dari tanaman yang berasal dari peleburan inti sel gamet jantan dengan sel gamet betina atau pembuahan.            Benih dapat berkembang melalui suatu proses yang dinamakan perkecambahan. Secara fisiologis, perkecambahan benih adalah dimulainya proses metabolisme yang tertunda serta berlangsungnya transkripsi genom. Proses ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan tempat benih itu berada. Untuk mendapatkan tanaman yang baik dan berkualitas maka benih yang akan ditanam harus mempunyai mutu yang baik. Benih bermutu baik adalah benih yang menjamin pertanaman bagus dan hasil panen tinggi, mutu benih adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh benih yang menunjukkan kemampuan untuk memenuhi standar yang ditentukan serta dibagi menjadi 4 bagian yaitu mutu fisik, mutu fisiologis, mutu genetik, dan mutu pathologis.            Pada praktikum ini akan dilakukan pengujian kedalaman tanam terhadap kecepatan berkecambah benih. Benih yang digunakan dalam praktikum ini adalah benih monokotil yaitu benih jagung dan benih dikotil yaitu kacang tanah. Pengujian dilakukan pada kedalaman yang berbeda dari setiap benih yang ditanam, dengan uji seperti ini akan didapatkan kedalaman tanam yang baik untuk mengecambahkan benih.1.2  Tujuan1.        Dapat mengetahuai struktur kecambah dan macam jenis benih serta mengetahui keragaman perkecambahan.2.        Dapat melakukan uji kekuatan tumbuh (vigor) bibit, dan memahami relevansi uji kedalaman tanam.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Hasan (2009), Struktur tanah merupakan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan produksi tanaman. Ukuran agregat tanah merupakan salah satu bagian dari struktur tanah yang sangat menentukan tata air maupun udara tanah. Dalam menanam benih harus memeperhatikan struktur tanah agar benih dapat berkembang dengan baik.
Bibit yang baik untuk ditanam adalah bibit yang berasal dari tanaman yang unggul serta mampu bertahan dalam proses penanaman. Kualitas bibit tanaman sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program pembangunan hutan tanaman dan rehabilitasi lahan bekas tebangan, karena bibit yang berkualitas akan menghasilkan tegakan dengan tingkat produktivitas tinggi (Kurniyati dkk, 2009).
Menurut panggabean (2009), kadar air benih selama penyimpanan dipengaruhi oleh kadar air awal, kondisi ruang simpan, serta kemasan benih. Benih dapat melepaskan atau mengasorbsi air dari lingkungan, jadi dalam menyimpan benih harus memperhatikan kadar air dan tempat penyimpanan benih.
Menurut Abdul baki (1989), benih senantiasa berusaha untuk berada dalam keseimbangan dengan kelembaban udara. Keseimbangan telah tercapai bila tidak ada kecenderungan untuk melepaskan atau mengasorbsi air oleh benih. Jadi untuk menjaga mutu benih maka harus menjaga kelembaban dan kondisi lingkungan benih tersebut akan disimpan.
Media yang digunakan untuk pembibitan yaitu tanah, dengan media tanah benih yang ditanam akan cepat berkecambah dan menghasilkan bibit. Umumnya media yang digunakan untuk pembibitan dan persemaian berasal dari lapisan tanah top soil. Namun pengambilan tanah top soil dalam skala besar dapat berdampak negatif bagi lingkungan tersebut (Munisjah dan Setiawan, 1994).

BAB 3 METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
            Praktikum acara 1 pembiakan tanaman dengan judul “Struktur Pertumbuuhan Bibit dan Uji Kedalaman Tanam” dilakukan pada tanggal 14 Maret 2013 pada pukul 14.00 sampai 15.30. Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Jember.
3.2 Bahan dan Alat
3.2.1   Bahan
1.        Benih monokotil jagung dan dan benih dikotil kacang tanah
2.        Substrat tanah dan pasir
3.2.2        Alat
1.          Bak pengecambah
2.          Penggaris
3.          Hand sprayer penyemprot air
4.1  Cara kerja
1.          Membuat campuran media tanam beruapa tanah top soil dan pasir dengan perbandingan 1:1, mengayak tanah sebelum mencampur media tersebut.
2.          Memasukkan campuran media tanam ke dalam bak pengecambah hingga 1/2-2/3 tinggi bak (untuk kedalaman 2,5-7,5), kemudin menyemprot media dengan hand sprayer sampai kelembaban secukupnya.
3.          Menanam 20-25 butir benih monokotil (jagung) dan 20-25 butir benih dikotil (kacang tanah) dengan kedalaman 2,5 cm, 5 cm, dan 7,5 cm dalam tiga ulangan.
4.          Menutup benih yang sudah ditanam dengan media lembap yang sama setinggi kedalaman tanam.
5.          Menjaga kelembaban substrat setiap saat samapai 1 minggu.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Jenis Benih
Kedalaman tanam (cm)
UL
Perkecambahan (%) hari ke-
Tinggi tanaman (cm)
Panjang Akar (cm)
Ke-6
Normal
Abnormal
Mati
JAGUNG
2,5
1
90
10
-
24
4,9
2
100
-
-
23,25
5,25
3
100
-
-
20
10,85
5,0
1
80
10
10
23
12
2
70
10
20
22,25
16,75
3
90
10
-
23,5
6,75
7,5
1
100
-
-
27,5
7,4
2
100
-
-
25
10,5
3
90
-
10
24,35
8,6
KACANG TANAH
2,5
1
60
20
20
9,5
7
2
40
50
10
10,25
6,75
3
90
0
10
12,5
4,5
5,0
1
30
0
70
16
7,25
2
40
0
60
14,25
6,75
3
40
10
50
13,75
6,75
7,5
1
40
10
50
19,5
13,15
2
50
0
50
22,4
12,65
3
60
20
20
21,25
10,59


4.2  Pembahasan
Dibawah ini merupakan grafik perkembangan kecambah jagung (monokotil) dan kacang tanah (dikotil) yang diamati selama satu minggu:
a. Kecambah Jagung

Rata-Rata Tinggi Kecambah Jagung
Ulangan 1
Ulangan 2
Ulangan 3
2,5 cm
24
23,25
20
5 cm
23
22,25
23,5
7,5 cm
27,5
25
24,35











b. Kecambah Kacang Tanah
Perlakuan
Rata-Rata Tinggi Kecambah Jagung
Ulangan 1
Ulangan 2
Ulangan 3
2,5 cm
9,5
10,25
12,5
5 cm
16
14,25
13,75
7,5 cm
19,15
22,4
21,25






 









4.1.3 Grafik Panjang Akar
a. Kecambah Jagung
Perlakuan
Rata-Rata Panjang Akar Kecambah Jagung
Ulangan 1
Ulangan 2
Ulangan 3
2,5 cm
4,9
5,25
10,85
5 cm
12
16,75
23,5
7,5 cm
7,4
10,5
8,6












b. Kecambah Kacang Tanah
Perlakuan
Rata-Rata Panjang Akar Kecambah Kacang Tanah
Ulangan 1
Ulangan 2
Ulangan 3
2,5 cm
7
6,75
4,5
5 cm
7,25
6,75
6,75
7,5 cm
13,15
12,65
10,95


4.1.3 Grafik Vigor Kecambah
a. Kecambah Jagung
Perlakuan
Rata-Rata Vigor Kecambah Jagung
Ulangan 1
Ulangan 2
Ulangan 3
2,5 cm
90%
100%
100%
5 cm
80%
70%
90%
7,5 cm
100%
100%
90%


a. Kecambah kacang tanah
Perlakuan
Rata-Rata Vigor Kecambah Kacang Tanah
Ulangan 1
Ulangan 2
Ulangan 3
2,5 cm
60%
20%
20%
5 cm
30%
40%
40%
7,5 cm
40%
50%
60%




Dari hasil pengamatan terhadap perkecambahan benih pada berbagai perlakuan yang telah diuji dengan kedalaman tanam yang berbeda yaitu 2,5 cm, 5 cm, dan 7,5 cm. Hasil yang didapat yaitu perkecambahan benih jagung dan kacang tanah berbeda, hal tersebut dapat dilihat pada kemampuan tumbuh benih (vigor) yang berbeda meskipun perlakuannya sama. Daya perkecambahan yang berbeda dari setiap jenis tanaman disebabakan karena jenis tanaman yang berbeda, pada jenis tanaman kacang tanah (dikotil) perkecambahannya bersifat epigeal karena kotiledon terangkat keatas permukaan tanah pada waktu pertumbuhannya. Pada benih jagung (monokotil) yang berkecambah perkecambahannya bersifat hipogeal karena tetap tinggal didalam permukaan tanah.
Pada kedalaman tanam 7,5cm rata-rata 96% perkecambahan benih jagung normal dan 4% abnormal, sedangkan pada kedalaman tanam 2,5 cm rata-rata perkecambahan benih 96% normal dan 4% mati, dan pada kedalaman 5,0cm rata-rata perkecambahan 80% normal, 10% abnormal, dan 10% mati. Jadi kedalaman tanam yang cocok untuk mengecambahkan benih jagung yaitu pada kedalaman tanam 7,5cm, hal tersebut disebabkan karena jagung merupakan tanaman monokotil sehingga pertumbuhan kotiledon jagung tetap berada didalam tanah atau tidak muncul keatas permukaan tanah, oleh karena itu tanaman jagung lebih cocok berkecambah pada kedalaman 7,5 cm.
Dari penanam benih kacang tanah yang merupakan jenis tanaman dikotil terdapat berbagai variasi tumbuh mulai dari normal, abnormal, dan mati, hal tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu faktor dari dalam dan dari luar. Pada kedalaman tanam 2,5 cm rata-rata perkecambahan benih yang normal adalah 63% sedangkan pada kedalaman tanam 5,0 cm dan 7,5 cm hasil kurang dari 60%, jadi  perkecambahan benih kacang tanah yang paling optimal adalah pada kedalaman 2,5, hal tersebut disebabkan karena kacang tanah memiliki struktur pertumbuhan yang bersifat epigeal yaitu kotiledon yang terangkat keatas permukaan tanah. Pada kedalaman 2,5 perkecambahan kacang tanah dapat optimal.
Perkecambahan benih ditentukan dari kedalaman tanam benih, semakin dalam benih ditanam maka benih membutuhkan energi yang besar untuk melawan gaya tekan yang disebabkan oleh tanah. Menurut Sadjad dalam Saleh dkk (2008), secara umum vigor kekuatan tumbuh menghadapi kondisi suboptimum lapang produksi yang diindikasikan oleh tolok ukur kecepatan benih berkecambah karena diasumsikan bahwa benih yang cepat tumbuh mampu mengatasi segala macam kondisi suboptimum. Benih yang dapat tumbuh pada kondisi suboptimum atau kurang optimum dapat digunakan untuk mencerminkan kekuatan tumbuh (vigor) bibit dalam pertumbuhannya dilapangan. Benih dapat berkecambah secara abnormal karena keadaan tumbuh benih yang tidak mendukung untuk benih berkecambah. Benih mempunyai daya tumbuh atau vigor yang berbeda-beda dari setiap jenisnya, benih yang mempunyai vigor baik yaitu benih dengan kekuatan tumbuh yang baik pada kondisi yang kurang optimum.
Pada perkecambahan benih dikotil dan monokotil terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi perkecambahan benih salah satunya yaitu faktor dari lingkungan yang dapat mempengaruhi tingkat kekuatan tumbuh benih (vigor), pada keadaan lembab benih akan lebih cepat tumbuh karena air dapat berfungsi untuk melunakkan kulit benih, mengencerkan protoplasma, mentranslokasikan cadangan makanan, dan mengaktifkan enzim dalam endoplasma. Suhu juga mempangaruhi pertumbuhan benih, pada suhu dingin atau dibawah suhu kamar perkecambahan benih tidak dapat berlangsung karena adanya dormansi, dan pada suhu kamar perkecambahan akan terjadi karena terjadi metabolisme dalam benih. Jika suhu terlalu panas benih tidak dapat tumbuh karena air dalam benih akan menguap sehingga tidak dapat melakukan metabolisme untuk tumbuh, benih akan mencapai titik kering dan kematian sel pada kondisi yang terlalu kering. Ketersediaan oksigen di dalam tanah mempengaruhi pertumbuhan benih karena oksigen dibutuhkan benih dalam melangsungkan proses metabolisme yang menghasilkan energi untuk tumbuh awal hingga daun muncul di permukaan tanah.
Penanaman benih harus disesuaikan dengan jenis benih yang akan ditanam karena kemampuan tumbuh benih setiap jenis tanaman berbeda-beda. Pada benih dikotil penanaman dilakukan dibagian permukaan tanah karena benih dikotil mempunyai pola perkecambahan epigeal karena kotiledon akan terangkat ke atas permukaan tanah, agar kecambah yang dihasilkan tumbuh normal maka penanaman benih dikotil harus dilakukan pada kedalaman tanam yang tidak terlalu dalam ± 2,5 cm. Pada benih monokotil seperti jagung, kedelai,dll untuk mendapatkan perkecambahan yang normal maka penanaman harus dilakukan pada kedalaman yang agak dalam yaitu ± 7,5 cm, hal tersebut dikarenakan benih monokotil mempunyai pola perkecambahan yang hipogeal karena hipokotil hanya sedikit memanjang sehingga kotiledon tidak terangkat ke atas tetapi kotiledon berfungsi untuk menumbuhkan akar seminal (akar tetap). Jika benih jagung di tanam pada kedalaman yang terlalu dalam (15-17 cm) dari permukaan tanah, maka coleoptyle akan menjadi kering didalam tanah tanpa membentuk akar adventif akibatnya bibit tanaman akan mati. Pada grafik pertumbuhan akar kedalaman ideal terletak pada kedalaman 7,5 cm.


BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Perbedaan perkecambahan benih jagung dan kacang tanah yang ditanam disebabkan karena struktur perkecambahan yang berbeda. Benih jagung berkecambah optimal pada kedalaman tanam 7,5 cm karena benih jagung merupakan jenis tanaman monokotil yang mempunyai pola perkecambahan hipogeal. Benih kacang tanah dapat berkecambah dengan optimal pada kedalaman tanam 2,5 cm karena kacang tanah memiliki pola perkecambahan epigeal yaitu kotiledon akan terangkat ke permukaan tanah pada saat perkecambahan.
5.2 Saran
            Sebaiknya dalam melakukan uji perkecambahan benih harus memperhatikan setiap perlakuan agar kita dapat mengamati perbedaan uji kedalaman tanah dengan jelas, karena jika terjadi kesalahan perlakuan akan mengakibatkan kerancuan data dan hasilnya tidak akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Baki, abdul. 1989. Dasar-dasar Bercocok Tanam. Program Pasca Sarjana,
Universitas Jember. Tidak dipublikasikan.
Hasanah, Uswah. 2009. Respon Tanaman Tomat (Licopersicum esculentum Mill)
Pada Awal Pertumbuhan Terhadap Keragaman Ukuran Agregat Entisol. Agroland, 16(2): 103-109.
Kurniyati, Rina dkk. 2010. Pengaruh Media dan Naungan Terhadap Mutu Bibit
Suren (Toonasureni Merr.). Penelitian Hutan Tanamn, 7(2): 77-83.
Muchnisjah, W. Q. Dan Setiawan. 1994. Produksi Benih. Jakarta: Bumi Aksara.
Panggabean, Ellen L.. 2009. Kajian Fisiologi dan Kimiawi Deteriorasi Benih
Nangka Pada Penyimpanan Dengan Polyethylene Glycol. Eksakta Bioagrotek, 1(1): 12-16.
Saleh, Muhammad Salim dkk. 2008. Pengaruh Skarifikasi dan Media Tumbuh
Terhadap Viabilitas Benih dan Vigor Kecambah Aaren. Agroland, 15 (3) : 182 – 190.
Sumber: http://dennytrikuswantoro.blogspot.com/2013/04/struktur-pertumbuhan-bibit-dan-uji.html